Flux Lounge


Stuff That Stuck In My Head #2

Berita Kepada Kawan
(Buat Sahabat-Sahabat Yang Kian Lalai Dan Engkar)

Perjalanan ini…
Terasa sangat menyedihkan
Sayang… Engkau tak duduk di sampingku kawan
Banyak cerita yang mestinya kau saksikan
Di tanah kering berbatuan…

Tubuh ku terguncang di hempas batu jalanan
Hati tergetar menampak kering rerumputan
Perjalan ini…
Seperti jadi saksi
Gembala kecil menangis sedih…

Kawan coba dengar apa jawabnya
Ketika ia ku tanya “Mengapa?”
Bapak ibunya telah lama mati
Ditelan bencana tanah ini

Sesampainya di laut ku khabarkan semuanya..
Kepada karang.. kepada ombak.. kepada matahari..
Tetapi semua diam.. tetapi semua bisu..
Tinggal aku sendiri terpaku menatap langit..

Barangkali di sana ada jawabnya
Mengapa di tanahku terjadi bencana

Mungkin Tuhan mulai bosan..
Melihat tingkah kita..
Yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa..

Atau alam mulai enggan..
Bersahabat dengan kita..
Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang..

…………………………………………………………………………………………………………………………

Anak-Anak Kita
(Buat Ibu Bapa Yang Risau Akan Masa Depan Anak-Anak… Fikir)

Anak-anak kitakah yang berlari telanjang
Di bawah mentari sumbing
Sambil menyanyi lagu
Ketakutan hari-hari ini

Anak-anak kitakah yang memikul beban
Kesilapan kita
Hingga dia tak kenal
Budaya canggung bangsa sendiri

Selamatkan anak kita
Dari padang jerangkap samar
Selamatkan anak kita
Orde baru politikus usang

Anak-anak kitakah yang bermain
Di hutan belukar
Dengan senapang kayu ubi
Cambah tak kenal bahaya

Anak-anak kitakah yang tak tahu nak pulang
Bila petang
kerana terlalu sibuk main lastik
Dan berpistolan
Pistol-pistolan

Jaga-jaga anak kita
Jangan sampai jadi hamba
Jaga-jaga anak kita
Kita ini orang merdeka

Panggillah mereka pulang
Ayah nak ajar
Tentang kurang ajar
Jadi mereka takkan sendiri lagi

Panggillah mereka pulang
Ayah nak ajar
Tentang kurang ajar
Jadi mereka takkan dimomok lagi

Fikir…
Selamatkah kita di tangan tukang karut itu?
Fikir…
Selamatkah kita di tangan dalang wayang itu?
Fikir…
Selamatkah kita di tangan ahli koporat itu?
Fikir…
Selamatkah kita di tangan doktor jiwa itu?
Fikir…
Selamatkah kita di tangan pakar kitab itu?
Fikir…
Selamatkah kita di tangan tuhan-tuhan itu?

…………………………………………………………………………………………………………………………

Tanya Sama Itu Hud-Hud
(Dalam kalut ada peraturan, Peraturan cipta kekalutan, Di mana pula kau berdiri..? Aku di sini!)

Tujuh puluh tiga pintu
Tujuh puluh tiga jalan
Yang sampai hanya satu jalan

Beribu-ribu Margasatua
Mencari raja si Muraq
Yang sampai hanya tiga puluh

Ooh… Sang Algojo
Ooh… nanti dulu

Lihat dunia dari mata burung
Atau dari dalam tempurung
Yang mana satu engkau pilih
Dalam kalut ada peraturan
Peraturan mencipta kekalutan
Di mana pula kau berdiri?

Di sini

Ooh… Sang Algojo
Ooh… nanti dulu

Berikan ku kesempatan akhir ini
Untuk menyatakan kalimah sebenarnya

Berikan aku kesempatan akhir ini
Lai lai la lai la lai

“Tanya sama itu hud-hud
Lang mensilang
Kui mengsikui
Kerna dia yang terbangkan ku ke mari”


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: